WAYANG

Alah Bisa Karena Biasa, pepatah ini terbukti pada diri Margono (34) , yang sedari kecil sudah diajari menatah wayang, kini ia menjelma menjadi pengrajin wayang kulit yang mumpuni di kota Solo.  Keahlian membuat wayang kulit ini ia dapatkan dari sang kakek yang juga merupakan dalang di kota kelahirannya.  Menginjak SMA wayang kulit buatannya sudah mulai dikenal oleh beberapa dalang di kota Solo.

Margono kemudian kuliah di jurusan pedalangan Institut Seni Indonesia,  Surakarta yang semakin melancarkan jalannya sebagai pengrajin wayang kulit.  Selain menjadi paham dengan karakter tokoh, jaringan dengan para dalang kondang pun terbuka lebar.  Di bekas tempat kosnya sewaktu masih kuliah, Jalan Halilintar no 140 RT 3 RW X Kentingan, Jebres, Solo, tahun 2008 Margono membuka sanggar wayang. Sanggar Wayang Gogon begitu ia menamai, sesuai nama pentasnya ketika memainkan satu cerita wayang.

Sanggar Wayang Gogon tiap hari memproduksi wayang, tak peduli ada pesanan maupun tidak.  Hal ini bertujuan untuk memenuhi permintaan kolektor yang ingin membeli satu set wayang komplet. Maklum, hanya mengandalkan lima sampai tujuh orang tenaga dalam pengerjaannya, satu set wayang bisa memakan waktu hingga dua bulan untuk pengerjaannya.

Proses pembuatan wayang dimulai ketika kulit kerbau yang sudah disamak, dipenteng-dijemur dengan panas matahari dengan cara direntangkan supaya kulit menjadi lebar dan kuat, kemudian diberi pola wayang sesuai tokoh. Setelah itu kulit akan ditatah sesuai pola yang sudah dibuat.  Proses selanjutnya adalah pewarnaan dan pemberian gapit dari tanduk kerbau.  Semua dikerjakan hanya menggunakan ketrampilan tangan dan menggunakan alat yang tergolong sederhana, namun tetap berkualitas tinggi, tak heran satu tokoh wayang berukuran sedang bisa dihargai ratusan ribu rupiah.

Harga wayang kulit biasanya ditawarkan mulai dari Rp250.000 hingga Rp1,5 juta untuk satu wayang tergantung ukuran dan tingkat kehalusannya. Satu set wayang biasanya dijual seharga Rp100 juta, namun untuk wayang yang sangat halus dan menggunakan cat emas, harganya bisa mencapai Rp200 juta lebih.

Jaminan Wayang Nyaman Dipakai

“Keistimewaan wayang buatan sanggar gogon adalah, selain pengrajin, saya ini juga dalang, jadi bisa merasakan wayang yang enak dan yang tidak.  Kalau misal tebal tipisnya kulit tidak pas itu saja sangat mempengaruhi wayang ketika dimainkan.  Karena bentuk wayang itu satu tokoh saja belum tentu sama, penelitian saya sewaktu masih mahasiswa menemukan ada 21 jenis bentuk pada wayang werkudara yang ada dikota Solo ini, belum yang di kota lain.”  urai Margono ketika berbincang , Rabu (26/03/2014).

Wayang buatan Sanggar Wayang Gogon sudah melanglang buana hingga ke Amerika Serikat, Belanda, Australia, Jepang, Perancis, Honggaria, Meksiko, Malaysia dan masih banyak lagi. Tak kalah di dalam negeri juga sudah menjadi langganan para dalang kondang, seperti Ki Manteb Sudarsono, Ki Enthus Susmono, tak lupa Wayang Sanggar Gogon juga sudah menghiasi berbagai institusi di kota-kota di Indonesia.

Walaupun tersohor di berbagai kota di Indonesia maupun diluar negeri, keberadaan Sanggar Wayang Gogon sendiri di kota Solo belum begitu dikenal masyarakat.  Pada akhir tahun kemarin Sanggar Wayang Gogon mengukir prestasi dengan membuat wayang semar setinggi lima meter yang dihibahkan ke Museum Wayang di Jakarta yang diterima langsung oleh Gubernur Jakarta waktu itu.  Dengan berbagai proses panjang yang berliku-liku akhirnya wayang semar bisa dihibahkan dari Solo ke Jakarta dengan mengusung konsep Semar Boyong, yang diharapkan bisa membantu mengenalkan wayang pada generasi muda dan bisa membantu melestarikan wayang sebagai budaya bangsa, tentu saja membawa nama besar Sanggar Wayang Gogon.

Selain pengrajin wayang kulit, Sanggar Wayang Gogon juga mengerjakan berbagai kerajinan kulit berupa kelengkapan wayang,serta aneka kerajinan tangan kulit lainnya.  Sanggar wayang ini juga dengan senang hati menerima generasi muda yang ingin belajar membuat dan mengenal wayang.  Sanggar ini juga sudah sering mengisi pelatihan mengenai wayang di berbagai kota di Indonesia.

GALERI WAYANG

PEMBUATAN WAYANG